Terkait Belajar Tatap Muka, Begini Tanggapan Orangtua Siswa

Sesuaikan dengan usia dan kemampuan anak mematuhi protokol kesehatan. Guru memegang peran penting untuk mensukseskan pembelajaran Togel Online daring. Seorang guru dituntut untuk meningkatkan kemampuan menggunakan teknologi terutama dalam kegiatan pembelajaran.

Tanggapan orang tua mengenai sekolah tatap muka

Namun langkah ini sifat uji coba dan dilakukan sangat terbatas di 5 titik sekolah SMP di Klaten. Itu pun hanya dilakukan dalam waktu sekolah four jam saja dan tiap jam hanya 30 menit saja. Pendidikan dalam keluarga memang tempat pertama untuk membangun karakter anak. Namun, sekolah dibutuhkan untuk melanjutkan pendidikan karakter melalui pengembangan kemampuan kognitif, sosial, dan adaptasi anak. Kepercayaan diri, saling menghormati, bertanggung jawab, solidaritas, perilaku kasih sayang, tentu tidak bisa diasah secara daring.

Kemudian juga harus nonton tayangan di YouTube,” jelas orangtua dari anak kelas II SD tersebut. Dia berharap agar anak-anak dapat kembali sekolah dengan tatap muka langsung. “Rencana saya akan datang ke sekolah dengan teman-teman untuk melihat persiapannya seperti apa sebelum menandatangani surat persetujuan orang tua apakah menyetujui anaknya masuk sekolah atau tidak. Sebelum itu, kami ingin memastikan dulu apakah betul persiapannya seperti apa. Kalau dari kami sih sebenarnya anak-anak sudah antusias untuk bisa masuk, tapi kalau saya lihat memang orang tua yang khawatir,” tuturnya.

“Anak saya kelas VI di SDN 05 Rawasari. Dia juga sudah paham mengenai covid-19 dan protokol kesehatan,” ucap Dini saat dihubungi, Selasa, 6 April 2021. Jika Dinas Pendidikan dan Satgas Covid-19 Kota Ternate sudah mengizinkan simulasi atau uji coba siswa belajar disekolah yang saat ini sudah berjalan, maka harus tetap berjalan. 10 orang murid dalam satu kelas, sambung Wali Kota, akan lebih gampang dipantau pergerakan dan perkembangan siswa dengan baik. Ternate, Hpost – Satuan Tugas Covid-19 Kota Ternate, baru-baru ini mengubah warna zona wilayah terkait penyebaran Covid-19.

Guru sendiri perlu melakukan perombakan dalam hal Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang sesuai dengan kondisi di masa pandemi serta semua SDM pun dituntut agar melek teknologi agar mampu memanfaatkan teknologi yang ada. Selama proses pembelajaran daring yang dilakukan, guru dan murid banyak mengalami kendala seperti ketersediaan software program dan hardware yang dibutuhkan selama pembelajaran berlangsung. Tidak semua teknologi yang dimiliki oleh guru dan murid mumpuni di antaranya keunggulan ataupun teknologi yang dimiliki gawai tersebut, dan lemahnya jaringan internet yang menjamin akan kelancaran sistem pendidikan daring bagi daerah terpencil.

“Sekolah boleh bebas memilih kalau dia mau melaksanakan tatap muka dua kali seminggu itu diperbolehkan, kita memberikan kebebasan sekolah untuk menentukan,” ujar Nadiem. Intinya jangan tergesa-gesa harus memikirkan resiko-resiko yang akan terjadi,” ujar Roni yang anaknya duduk di kelas 2 salah satu SD di Tanjungpinang. Jadwal pembelajaran juga dilakukan dengan sistem bergiliran yang ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan. Dirnya mengaku mengeluhkan dengan dilakukannya pembalajaran dari rumah, karena tidak semua orangtua mampu mengajari anaknya.

Malang,SERU.co.id– Pengakuan gembira dari salah satu guru dan orang tua terkait Surat Edaran Walikota Nomor 15 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Masa Pandemi. Selain sudah dinanti-nantikan, anak bisa kembali belajar langsung dan berinteraksi di sekolah. Beragam tanggapan yang disampaikan masyarakat atas rencana Pemko Medan yang akan membuka pembelajaran tatap muka. Mereka menanggapi status Akhyar Nasution, Plt Wali Kota Medan di media sosial yang akan membuat putusan tentang hal ini pada akhir Desember.

Jam