Rindu Sekolah, Pgri Ajak Gtk Sukseskan Program Vaksinasi Covid

Pandemi Corona (COVID-19) mengakibatkan segala aktivitas masyarakat menjadi dibatasi bahkan diliburkan demi menghindari penularan yang semakin luas, termasuk salah satunya adalah aktivitas bersekolah secara tatap muka. Dan pastinya, ada hal-hal Daftar Togel Online yang dirindukan dari sekolah di masa pandemi ini, bukan? Tak bisa dipungkiri jika kamu sangat merindukan berbagai aktivitas yang dulu kamu lakukan di kelas, tapi tidak dapat kamu rasakan lagi di sekolah pada masa pandemi seperti sekarang ini.

Selain itu, di SMP 7 Banjarmasin orang tua siswa juga sangat antusias dengan rencana pembukaan sekolah ini. Meski demikian, dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka, protokol kesehatan dasar tetap dilakukan. Siswa dan pengajar wajib memakai masker, sering cuci tangan dan menjaga jarak. Apabila permasalahan di atas dibiarkan maka siswa semakin malas untuk mengikuti PJJ.

Tuti mengakui, pembelajaran secara daring yang diterapkan selama pandemi Covid-19 kurang efektif. Tuti merasa kesulitan untuk memantau perkembangan murid-muridnya. Siang itu, Tuti Solihati tersenyum semringah di depan gerbang SDN Kenari 08.

Keenam pelajar tersebut terpaksa harus iuran Rp.500 per orang untuk membeli paket Wi-fi selama three jam demi menggali ilmu melalui belajar daring. Tampak 1 handphone android berada dihadapan mereka untuk diikuti keterangan pembelajaran. Adaptasi, mengenal teman baru dan mendapatkan pendidikan yang sempurna merupakan keinginan besar Dhuaini. Namun keinginan itu saat ini masih sebatas lamunan akibat wabah Covid-19 yang tak kunjung usai. “Kapan ya Corona ini hilang, kami ingin sekali belajar tatap muka. Saya pun ingin bisa beradaptasi dengan teman baru. Apakah kami akan terus seperti ini?,” tanya Dhuaini.

Anak rindu sekolah tatap muka

Terlebih hanya 15 rumah yang memiliki parabola di Pulau Tihi-Tihi. Kepala SDN 016 Bontang Selatan Eka Wahyuni mengatakan, awalnya tanggal 22 April 2020 ini jadwal anak-anak masuk sekolah. Namun dengan adanya Surat Edaran perpanjangan belajar dari rumah, aktivitas sekolah kembali diliburkan. Langgam.id – Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatra Barat tengah mempersiapkan sarana dan prasarana untuk memulai sekolah tatap muka di masa Pandemi Corona. Namun, libur panjang ini diisi dengan pembelajaran daring , di mana guru memberikan tugas mandiri kepada siswanya via web , dan siswa harus mengerjakan dalam batas waktu yang ditetapkan menggunakan laptop maupun android.

Apalagi sekolah sudah melakukan sistem zonasi, jadi para siswa tinggal tak jauh dari sekolah, jadi lebih mudah untuk dikontrol,” katanya. Dalam satu minggu dibatasi dengan dua hari pembelajaran dalam waktu maksimum tiga jam dengan jumlah siswa yang datang dibatasi 50% dari jumlah setiap kelas. Lebih lanjut, bahwa akan dievaluasi lebih lanjut dari tingkat bawah atau secara sistem bottom-up. “Nantinya 1 bulan ke depan kita akan lakukan evaluasi pembelajaran tatap muka terbatas ini.

Jam