Pemkot Yogyakarta Tunda Pembelajaran Tatap Muka Untuk Sd Dan Smp

Selain itu, banyak orangtua yang tidak dapat melihat peranan sekolah dalam proses belajar mengajar apabila proses pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka. Selama lebih dari satu tahun sejak Maret 2020, Pemerintah menerapkan pembelajaran jarak jauh untuk menekan penyebaran Covid-19. Melalui vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan, pemerintah telah bersiap untuk membuka kemungkinan pembelajaran tatap muka . Penerapan pembelajaran jarak jauh selama lebih dari satu tahun telah menimbulkan berbagai dampak negatif.

Pihak berwenang di Lingwala, di pinggiran ibu kota Kongo, Kinshasa, menanggapi ancaman infeksi virus corona di kalangan siswa dengan amat serius. Setiap siswa yang belajar di Sekolah Reverend Kim diharuskan untuk mengukur suhu tubuh sebelum diizinkan masuk gedung. Anaknya yang berumur 5 tahun pada Januari tahun depan ini, misalnya, masih Agen Bola Online sering lupa untuk tidak memegang barang sembarangan. Sang anak juga sulit untuk senantiasa memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sebelum memegang muka. Dengan situasi ini, resiko anaknya terpapar COVID-19 menjadi lebih tinggi. Kendati demikian, Huda menegaskan bahwa pemerintah harus menerapkan pola pembelajaran yang fleksibel.

Terkadang tugas yang diberikan disertai dengan video atau rekaman suara bernarasi pendek mengenai penjelasan tentang pelajaran yang diajarkan. Rahmi menilai, sekolah justru berkesempatan mengajarkan anak-anak agar mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Misalnya dengan memberi tahu anak untuk menjaga jarak di sekolah dan tak memuncratkan air liur saat berbicara.

Tatap muka bagi anak SD

Alasannya, kata dia, agar anak-anak tidak banyak bermain di luar rumah selama pandemi Corona. Banyak kasus, anak dibebani banyak tugas namun penjelasan dari guru kurang maksimal. Di jenjang yang lebih rendah, kurangnya waktu tatap muka dengan guru membuat orang tua harus bisa diandalkan untuk menjawab segala pertanyaan anak tentang berbagai mata pelajaran.

Ery menjelaskan masing-masing siswa hanya masuk selama dua hari selama seminggu dengan kuota 50 persen. Bagi siswa SD hanya dibolehkan masuk selama dua jam, sedangkan untuk SMP hanya tiga jam dalam satu hari. Sementara itu, Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kotim, Muhammad Yamin mengatakan, saat ini tingkat SD baru selesai melaksanakan penilaian akhir semester yang berlangsung selama satu pekan dengan jadwal siswa per kelompok belajar. Selanjut untuk tenaga pengajar dan tenaga penunjang di sekolah dan Dinas Pendidikan dilakukan uji swab secara bertahap. Hari pertama kelompak A masuk tatap muka dan kelompok B daring, begitu sebaliknya pada hari berikutnya.

Dia juga memuji Banyuwangi telah mensyaratkan adanya sertifikasi standart prosedur kesehatan yang dikeluarkan oleh satgas covid 19. Agus meninjau pelaksanaan di jenjang SD dan SMP sederajat didampingi Plt. Di dua sekolah tersebut, Agus tidak hanya mengecek pelaksanaan PTM, namun juga memastikan sarana prasana penunjang sekolah tatap muka terbatas menghindari penularan covid 19 di kalangan siswa tersedia. Seperti adanya tempat cuci tangan, hand sanitazer, posisi tempat duduk berjarak, dan memenuhi kapasitas maksimal 50 persen dari ruang kelas. Netizen pun bersilang pendapat menanggapi keputusan pemerintah mengizinkan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah ini. Alvarezrhido menjadi salah satu netizen yang setuju kegiatan sekolah kembali dibuka, agar anak tidak stres.

Diantaranya, berada di zona hijau, guru wajib divaksin, sarana prasarana sesuai SOP Prokes dan lainnya. Untuk pelaksanaan house go to, kata Darmanto sudah dilakukan, Namun, pengendalian protokol kesehatan cenderung sulit. Belum lagi, kerja ekstra para guru dengan mendatangi satu persatu rumah siswa. Keempat, PTM wajib menjaga protokol kesehatan secara ketat dan disiplin, serta membentuk satgas COVID-19 di sekolah.

Namun karena situasi pandemi Covid-19, model ideal itu menjadi mimpi yang diinginkan. Kemendikbud irit bicara saat diminta konfirmasinya terkait persiapan sekolah tatap muka 2021. Pelaksana Tugas Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Kemendikbud, Hendarman juga belum dapat memastikan rencana itu bakal diterapkan tengah tahun. Unifah mengungkapkan, Kemendikbud juga harus merumuskan kurikulum yang tepat saat belajar tatap muka berlangsung. Sementara itu, menjaga jarak perlu dilakukan untuk mencegah penularan secara langsung dengan menahan droplet bertransmisi di jarak yang dekat.

Oleh karena itu, kegiatan ekstrakurikuler harus ditiadakan dan kantin sekolah juga wajib ditutup. Siswa juga diharuskan untuk segera pulang ke rumah jika sudah selesai belajar. Dua sekolah masing-masing SDN Gebang 2, dan SDN Sawohan 2, Sidoarjo Jawa Timur, tetap melakukan pembelajaran dengan tatap muka karena akses internet di wilayah itu cukup sulit serta letak sekolah yang jauh untuk diakses. Sementara itu, kritik tajam soal pembukaan sekolah kembali disampaikan Ikatan Dokter Anak Indonesia .

Jam