Jadi Pengusaha Cokelat, Ita Purnamasari

Memiliki ternak Sapi walaupun hanya beberapa ekor membuat Aldan bisa berternak sambil belajar “ibarat praktik free of charge sehingga bisa lebih mengenal dan mendalami ilmu peternakan yang sesungguhnya” ungkapnya lagi. Selain itu, dia juga bisa mengaplikasikan ilmu-ilmu yang di dapatkan dari perkuliahan secara langsung ke ternak Sapi yang dia miliki. Namun sebagai mahasiswa, apakah anda telah menyadari apa peran anda sebagai mahasiswa? Mahasiswa memiliki peranan yang sangat besar bagi masyarakat dan negara.

Namun percayalah, bila dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dari kuliah kedalam bisnis, maka akan dapat meminimalisir resiko kerugian itu sendiri. Jadi penting mempersiapkan diri dalam menghadapi resiko ketidakpastian dalam berbisnis. Memulai usaha memerlukan waktu dan usaha yang keras dan konsisten.

Peserta yang terdiri dari mahasiswa kota dan kabupaten bekasi tersebut, dengan penuh antusias bertanya berbagai macam pertanyaan seputar bisnis, seperti tantangan di era digital hingga fenomena perang dagang. ”Sejauh ini banyak mahasiswa yang bergelut dibidang trend dan kuliner di sana mereka sebenarnya bisa memberdayakan masyarakat setempat. Contohnya mempekerjakan ibu ibu untuk kemasan, memasak dan juga memberdayakan masyarakat sebagai kurir barang tersebut,” jelasnya. Lanang menceritakan, dirinya mengumpulkan modal untuk membuka gerai seluler ini dari menabung ketika berprofesi sebagai reseller, dimana ia hanya menjualkan barang secara on-line dan mendapatkan keuntungan. Meski fokus menjadi wirausaha, Lanang juga tidak melupakan kewajibannya menjadi mahasiswa kedokteran.

Mahasiswa juga bisa menjadi pengusaha

Mejalankan bisnis saat masih kuliah merupakan sesuatu yang menantang dan menguntungkan. Kamu bisa memanfaatkan statusmu sebagi mahasiswa untuk meminta bantuan atau nasihat dari dosenmu tentang bagaimana merintis bisnis. Jangan lupa juga untuk berjejaring dengan para pebisnis yang berpengalaman untuk menjadi mentormu, mereka pasti mau berbagi kiat-kiat suksesnya padamu. Bimbingan-bimbingan seperti ini akan membuatmu mengerti risiko dan peluang bisnis. Apabila mahasiswa termasuk handal di bidang IT, dapat dibilang mahasiswa tersebut adalah praktisi software atau perangkat lunak.

Hal ini bisa dicegah dengan bersama-sama mematuhi protokol kesehatan 3M,” pesan dia. Menteri Nadiem juga menjawab beberapa pertanyaan dari pembicara lain termasuk dari kalangan swasta. “Saya merupakan salah satu yang menentang prinsip one-measurement-fits-all, misalnya dalam hal penilaian siswa. Model atau sistem penilaian yang terstandarisasi adalah salah satu isu terbesar di dunia pendidikan. Dengan tujuan awal untuk mempermudah menilai siswa, membandingkan siswa, kami menstandarisasi kurikulum, ujian dan banyak hal lainnya. Menurut pemikiran saya, teknologi memainkan peranan pivotal dan membuktikan bahwa kita bisa mengukur banyak hal tanpa perlu menstandarisasinya.

Jam