Cara Mencegah Penyakit Gigi Dan Mulut

Jika anak tidak menyikat gigi sampai bersih, plak dan bakteri akan bersarang di sana. Jika kesehatan gigi dan mulut bayi tidak terjaga, dapat terjadi gingivitis atau infeksi gusi yang nantinya dapat menyebabkan adanya jarak di antara gigi permanen. Menjaga gigi dan mulut anak merupakan hal yang penting sekali bagi kesehatan tubuh anak secara keseluruhan. Karena gigi dan mulut memiliki fungsi penting untuk membantu anak dalam kebiasaan sehari-hari seperti, makan dan bicara. Selain itu, kesehatan mulut yang terjaga dapat membuat anak-anak makan dengan nyaman dan bicara dengan lancar. Mengingat peran dan fungsinya yang penting tersebut, berikut ini adalah tips yang bisa Anda lakukan untuk membantu anak menjaga kesehatan mulutnya.

Masalah kesehatan gigi dan mulut ABK di dominasi dengan tingginya angka karies gigi dan radang gusi. Karies adalah kerusakan jaringan gigi yang diawali tumbuh bercak putih pada gigi yang lama kelamaan akan membentuk lubang gigi. Sedangkan, radang gusi atau gingivitis adalah penyakit pada gusi yang ditandai dengan gusi merah dan mudah berdarah akibat akumulasi plak dan kalkulus gigi. Plak merupakan lapisan lengket yang berasal dari sisa makanan yang menempel pada permukaan gigi dan gusi, serta mengandung bakteri.

Cara menjaga kebersihan gigi anak

Mengutip dari Timesnownews.com, bawang putih juga bisa digunakan sebagai cara mengatasi sakit gigi berlubang tanpa obat. Cobalah untuk mengonsumsinya di pagi hari saat perut masih kosong. Dengan pemakaian rutin, bawang putih mampu mengobati sakit gigi berlubang. Hananto Seno, Sp.BM., MM selaku Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia mengatakan perlunya menjaga kesehatan gigi sejak dini. Jika kalsium darah Anda tidak mencukupi untuk pembentukan tulang dan gigi bayi Anda, kalsium dalam tulang Anda akan diambil sebagai kompensasi. Fosfat, suatu zat yang banyak terkandung di makanan tinggi protein akan mengeraskan dan memperkokoh struktur gigi.

Dikutip Pikiran-Rakyat.comdari situs Boldsky, berikut 5 cara menjaga kebersihan gigi dan mulut. Anda bisa mengenalkan Si Kecil dengan makanan sehat sejak dini agar gigi susu dan gigi tetapnya nanti tetap terawat. Latih si Kecil mengunyah dengan baik sehingga ia tidak terbiasa mengemut makanan dalam mulutnya. “Pagi setelah mulut kita tidur, air liur pH-nya drop, metabolisme kuman menjadi fuel, makanya jadi bau mulut. Makanya pagi setelah makan kita harus sikat gigi. Begitu pula malam harinya sebelum tidur,” kata Yudha. Produk perawatan gigi dari Nuby tersebut dibuat dari bahan yang lembut sehingga minim risiko iritasi ketika digunakan bayi. Tak hanya itu, perawatan gigi tersebut juga dirancang sesuai dengan tahapan pertumbuhan gigi pada anak.

Selain itu, biasakan si kecil untuk minum air putih setelah mengonsumsi makanan apapun. Menjaga kelembaban mulut merupakan salah satu cara menjaga kesehatan gigi dan mulut serta membantu mengatasi sakit gigi. Karena mulut kering dapat meningkatkan plak dan risiko kerusakan gigi dan jaringan periodontal . Untuk itu, orang tua seharusnya sadar bahwa kesehatan gigi dan mulut anaknya sangat bergantung pada dirinya, setidaknya, sampai anak tersebut sadar untuk menjaga kesehatan gigi dan mulutnya sendiri.

Membersihkan gigi anak harus dilakukan sejak gigi pertamanya tumbuh, yaitu usia 6 bulan. Cara membersihkannya cukup dengan mengelap gigi menggunakan sapu tangan atau handuk kecil yang lembut. Satu hal yang orangtua harus awasi adalah memastikan sikat gigi tersebut cocok untuk anak. Kemudian, pastikan pasta gigi yang akan digunakan juga tidak berbahaya. Supaya minat anak menjaga kebersihan mulutnya tidak luntur, Anda dapat memberikan dorongan dengan memberikan sebuah hadiah bila anak berhasil mencentang semua kolom selama satu bulan penuh. Oleh karena itu, Bunda perlu mengingatkan Si Kecil untuk tidak membeli makanan atau minuman manis terlalu sering.

Menyikat gigi dengan benar dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut. Sikat gigi direkomendasikan dilakukan dua kali sehari, yaitu pagi setelah makan dan malam sebelum tidur. Cara yang benar adalah dengan gerakan memutar dari space gusi yang berwarna merah ke arah gigi yang berwarna putih. Selain itu, pilih juga pasta gigi yang mengandung fluoride karena baik untuk kesehatan gigi.

Kunjungan pertama biasanya memakan waktu tidak lebih dari 30 – 45 menit. Kunjungan mungkin termasuk pemeriksaan gigi, rahang, gusi, dan jaringan lain yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan gigi anak. Gangguan pada gusi bisa semakin parah, terutama jika anak tidak terbiasa menyikat gigi dengan baik dan benar dan kebersihan mulut yang buruk seperti periodontitis. Kondisi ini merupakan infeksi gusi serius yang merusak jaringan lunak, menyebabkan gigi kendur dan tanggal. Gejala periodontitis ditandai dengan gusi bengkak, berwarna merah kehitaman, atau sakit ketika mengunyah. Menyikat gigi minimal sehari cukup dua kali sehari, yaitu 30 menit setelah makan pagi dan malam hari sebelum tidur.

Anak-anak usia tiga sampai lima tahun harus menggunakan pasta gigi berfluorida seukuran kacang polong. Parents sebenarnya bisa saja ikut andil dalam membantu si kecil menggosok bagian gigi yang tidak terlihat. Namun, usahakan untuk tidak terlalu sering membantu agar ke depannya si kecil terbiasa menyikat gigi secara mandiri. Jika anak belum bisa berkumur-kumur dengan mouthwash, Moms bisa mengajarkannya dengan air putih matang. Jika anak masih mengempeng ataupun minum dari botol dot di atas tiga tahun, segeralah berkonsultasi dengan dokter Moms. Penggunaan dot dan empeng dalam jangka panjang dapat mempengaruhi pertumbuhan giginya.

Konsultasi rutin ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali merupakan salah satu cara dalam menjaga kesehatan gigi. Mengenalkan dokter gigi pada anak sejak usia dini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan gigi anak. Selain itu, orang tua dapat melatih anak agar tidak takut untuk pergi ke dokter gigi. Drg Chairunas menegaskan bahwa saat gigi anak sehat maka anak tidak akan mengalami kesulitan dalam mengunyah makanan.

Jam